Standar ISO seri 14000 terbagi dalam dua
bidang yang terpisah yaitu evaluasi organisasi dan evaluasi produk. Evaluasi
organisasi terbagi dari 3 sub sistem yaitu sub sistem manajemen lingkungan,
audit lingkungan dan evaluasi kinerja lingkungan. Evaluasi produk terdiri dari
sub sistem aspek lingkungan pada standar produk, label lingkungan dan asesmen
daur hidup (Hadiwiardjo, 1997). Gambar 1. di bawah dapat memperjelas uraian di
atas.
Pada dasarnya ISO 14000 adalah standar
manajemen lingkungan yang sifatnya sukarela tetapi konsumen menuntut produsen
untuk melaksanakan program sertifikasi tersebut. Pelaksanaan program
sertifikasi ISO 14000 dapat dikatakan sebagai tindakan proaktif dari produsen
yang dapat mengangkat citra perusahaan dan memperoleh kepercayaan dari
konsumen. Dengan demikian maka pelaksanaan Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
berdasarkan Standar ISO Seri 14000 bukan merupakan beban tetapi justru
merupakan kebutuhan bagi produsen (Kuhre, 1996).
Tujuan utama dari sertifikasi ISO 14001
adalah untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuhan dan binatang dalam kondisi
terbaik yang paling mememungkinkan. Pengelolaan lingkungan dalam sertifikasi
ISO mungkin hanya merupakan satu langkah kecil, namun demikian proses ini akan
berkembang dan meningkat sejalan dengan bertambahnya pengalaman, penciptaan,
pencatatan, dan pemeliharaan dari sistem yang diperlukan untuk sertifikasi yang
diharapakan dapat membantu kondisi lingkungan (Pramudya, 2001).
Adapun manfaat utama dari program
sertifikasi ISO 14000 antara lain (Kuhre, 1995) :
1. Dapat mengidentifikasi, memperkirakan daan
mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.
2. Dapat
menekan biaya produksi dapat mengurangi kecelakaan kerja dapat memelihara
hubungan baik dengan masyarakat, Pemerintah dan pihak-pihak yang peduli
terhadap lingkungan.
3. Memberi jaminan kepada konsumen mengenai
komitmen pihak manajemen puncak terhadap
lingkungan.
4. Dapat mengangkat
citra perusahaan, meningkatkan
kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa pasar.
5. Menunjukkan
ketaatan perusahaan terhadap Peraturan
Perundang - undangan yang berkaitan dengan lingkungan.
6.
Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
7.
Dapat meningkatkan motivasi para pekerja
|
Perusahaan
|
Produk
|
Alamat
|
Tahun
Pemakaian ISO
|
|
PT.
Satya Chandra Mandiri
|
Diesel
|
Jl.
Panjang Blok 61 No 75-78, Jakarta Barat
|
2006
|
|
PT.
SHARP Semoconductor Indonesia
|
Elektronik
|
Jl.
Tol Jakarta Cikampek Km. 47 Blok F-3, KIIC Teluk Jambe, Karawang
|
2002
|
|
PT.
Sinar Sosro
|
Minuman
|
Jl.
Sultan Agung Km 28 Bekasi
|
2000
|
|
PT.
SKF Indonesia
|
Elektronik
|
Projek
Perluasan Utara, Jl. Tipar Cakung Jakarta
|
200
|
|
PT.
Showa Indonesia Manufacturing
|
Elekronik
|
Blok
G MM 2100 Industrial Town, Grandmekar, Ciakrang
|
2004
|
|
PT.
Hirose Electric Indonesia
|
Elektronik
|
EJIP
Industrial Park Lot 3B-1 Lemahabang, Bekasi
|
2004
|
|
PT.
LG Electronic Indonesia
|
Elektronik
|
Blok
G MM 2100 Industrial Town, Gandamekasi, Cikarang Barat
|
2000
|
|
PT.
Sanyo Compressor Indonesia
|
Elektronik
|
EJIP
Industrial Park Plot 1-A, Lemah Abang, Bekasi
|
2001
|
|
PT.
Indolaval
|
Elektronik
|
Jl.
Raya Pulo Gebang Km 3 Cakung
|
2002
|
Cara
Mendapatkan Sertifikat ISO
Mungkin
bingung, darimana harus memulai proses mendapatkan sertifikat ISO 14000 tentang
system manajemen lingkungan. Dalam kenyataanya, mendapatkan ISO 14000 tidaklah
sulit, apalagi bila anda menggunakan asa konsultan ISO. Berikut ini kami
ringkas 18 langkah mudah untuk mendapatkan sertifikat ISO 14000:
1. Top Manajemen
harus memutuskan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000.
2.Top Manajemen harus menyiapkan sumber daya
yang mumpuni untuk menerapkan keputusan di atas. Persiapan tersebut berupa: a.
Kebutuhan sumber daya manusia seperti Management Representative atau Kordinator
ISO dan Tim ISO untuk menyiapkan, menerapkan, memelihara dan mengembangkan
sistem manajemen mutu di perusahaan. b.
Kebutuhan Waktu. Setidaknya lakukan pertemuan Tim ISO 2 jam perhari atau bisa
digabung menjadi sehari dalam seminggu untuk 3 bulan pertama penerapan guna memastikan semua persyaratan
ISO dipenuhi. c. Kebutuhan Biaya untuk konsultan ISO dan Sertifikasi ISO 14000
3. Bentuklah tim
yang minimal terdiri dari dua orang dari setiap divisi (dari tingkatan atas
atau kepala dan bawah atau staf kemudian tunjuklah salah seorang dari kepala
tersebut sebagai Management Representative atau Kordinator ISO. Penunjukkan
Management Representative memang dipersyaratkan oleh standar ISO 14000. Untuk
kelancaran penerapan ISO, pastikan
Management Representative adalah karyawan yang paling mengerti proses bisnis perusahaan dan disegani oleh
semua pihak.
4. Buatlah
rencana training. Training pengenalan ISO 14000 untuk semua karyawan. Training
sistem dokumentasi ISO 14000 untuk tim ISO dan training audit internal untuk
tim ISO. Hubungi Multiple Training & Consulting (Konsultan ISO yang handal)
untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
5. Bandingkan
sistem yang sudah berjalan di perusahaan anda dengan standar Sistem Manajemen
Lingkungan ISO14000. Analisis apa saja persyaratan ISO yang belum anda
terapkan.
6. Rumuskan Kebijakan
Mutu dan Sasaran Mutu (target pekerjaan) setiap divisi yang ada di perusahaan
anda. Buatlah target yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Time Target)
7. Rumuskan 6
prosedur wajib yang dipersyaratkan ISO 14000 yaitu prosedur pengendalian dokumen, prosedur pengendalian
rekaman mutu, prosedur pengendalian
produk tidak sesuai, prosedur tindakan perbaikan, prosedur tindakan pencegahan,
dan prosedur audit internal
8. Rumuskan
prosedur kerja untuk setiap divisi. Bagi proses atau kegiatan yang harus
dikontrol maka sebaiknya dibuatkan prosedur. Contoh prosedur kerja: Prosedur
Penerimaan Karyawan, Prosedur Perencanaan Produksi, Prosedur Penyimpanan
Barang, Prosedur Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan, dsb.
9. Untuk proses-proses yang dianggap rumit dan
membutuhkan penjelasan detail,
maka buatlah Instruksi Kerja (bila perlu
disertai gambar ilustrasi).
10. Lengkapi
prosedur kerja dan instruksi kerja tersebut dengan form isian. Form Isian
merupakan bukti bahwa prosedur tersebut dijalankan. Contoh form antara lain
form serah terima barang, form evaluasi karyawan, form purchase request, form
purchase order, dll.
11. Buatlah
pedoman mutu yang berisi panduan penerapan ISO di perusahaan anda
12. Terapkan
sistem manajemen mutu yang anda kembangkan setidaknya 3 bulan untuk memastikan
semua prosedur yang telah ditetapkan, dimengerti dan dijalankan sepenuhnya oleh
semua karyawan.
13. Laksanakan training audit internal untuk tim ISO
14. Jalankan
audit internal pertama yang dilakukan oleh auditor internal yang telah
mengikuti training. Auditor internal akan mengaudit seluruh divisi di perusahaan anda dan memeriksa kesesuaian dan
ketidaksesuaian perusahaan anda dengan standar ISO atau prosedur dan kebijakan
yang ditetapkan.
15. Hubungi
badan sertifikasi untuk mengajukan audit sertifikasi. Setidaknya anda harus
menghubungi badan sertifikasi 1 bulan sebelum tanggal audit yang anda inginkan.
16. Laksanakan
rapat tinjauan manajemen yang dipimpin langsung oleh Top Manajemen untuk
memastikan semua persyaratan ISO telah diimplementasikan.
17. Badan
Sertifikasi akan mengaudit anda dalam 2 stage; (1) Initial Audit dan (2) Main
Audit. Pastikan Tim ISO anda telah siap.
18. Selamat!
Kini, sertifikat ISO 14000 sudah di tangan anda. Jangan lupa untuk menampilkan logo sertifikasi di kartu nama,
kop surat, kemasan luar produk untuk meningkatkan brand image anda di mata
pelanggan.